Back-end developer memiliki tanggung jawab untuk membangun serta mengelola teknologi yang mendukung tiga komponen (server, database, dan aplikasi) agar front-end suatu website bisa dibuat.
Agar bisa memastikan komunikasi antara aplikasi, database, dan server berjalan dengan baik maka Back–end developer menggunakan bahasa pemrograman server-side seperti Java, Phyton, Ruby, PHP, dan .Net sehingga bisa membangun suatu tools dan aplikasi.
Mengenai job description dari web developer yang fokusnya pada Back-end adalah ia harus terbiasa dengan framework PH, memiliki pengalaman dengan version control software, serta pengalaman dengan Linux.