- Memberi ruang bagi berbagai sudut pandang, baik pro maupun kontra pemerintah.
- Menjadi sarana menyuarakan aspirasi dan kritik masyarakat kepada penguasa.
- Membuka peluang dialog antara pembuat kebijakan dan warga negara.
- Sebagai alternatif penting di tengah keterbatasan ruang diskusi politik di media mainstream.
Diskusi politik di media sosial juga memiliki risiko seperti mudah memanas dan berujung pada perpecahan. Maka dibutuhkan etika dan kedewasaan dalam berargumentasi.
3. Propaganda dan Pencemaran Nama Baik
Sayangnya, disinformasi dan berita bohong (hoax) di media sosial kerap dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk propaganda dan pencemaran nama baik lawan politik. Ini menjadi tantangan tersendiri.
Beberapa contoh pemanfaatan media sosial untuk tujuan negatif dalam politik:

